Pada musim hujan, penggunaan payung bagai jamur di musim hujan. Hal ini seolah mengindikasikan bahwa banyak orang yang mengapliaksikan pameo “sedia payung sebelum hujan”. Penggunaan payung memang sangat penting, menghindarkan kita dari basahnya pakaian akibat disirami hujan. Namun, payung hanya praktis, efektif, dan efisien ketika menggunakannya saat berjalan kaki di bawah rintik hujan. Sebaliknya, penggunaan payung menjadi tidak efektif dan efisien ketika seseorang dalam keadaan mengendarai motor. Pasalnya, memegang payung tentu tidak dapat dilakukan ketika sedang mengendarai motor. Meskipun ada boncengan yang memegangkannya, mungkin memang kamu dapat terhindar dari hujan yang berasal di langit. Namun, kamu tidak dapat terhindar dari cipratan genangan air di jalan. Selain itu, menggunakan payung di motor terlihat sangat tidak etis. Oleh karena itu, bagi kamu si pengendara motor, pakailah jas hujan di kala hujan turun. Dengan begitu, kamu akan terbebas dari kebasahan pakaian sehabis mengendarai motor.

ads

Sebagai barang yang selalu terkena air hujann dan terkena cipratan air dari jalanan, jas hujan tentu dipenuhi dengan noda dan kotoran. Ya, mungkin kamu berpendapat bahwa jas hujan selalu diguyur air, maka jas hujan tentu bersih-bersih saja. Sebenarnya, air hujan tidak bersifat membersihkan noda. Kamu pastinya tahu kan bahwa air hujan mengandung semacam zat yang jika dibiarkan berada dalam suatu entitas, maka ia akan merusaknya. Misalnya, tubuh yang dibasahi air hujan berpotensi sakit, sedangkan mobil yang disirami hujan perlu dicuci agar bodynya tetap bagus. Jas hujan pun begitu. Jas hujan perlu dicuci agar noda dan zat tersebut lenyap. Jadi, jangan sampai kamu langsung menyimpan jas hujan sesaat setelah dipakai ya. Jika memang tidak sempat untu mencucinya, maka jemurlah terlebih dahulu. Ketika sudah kering, maka masukkan jas hujan di tempatnya. Pasalnya, penulis sendiri mengalami pengalaman pribadi bahwa jas hujan basah yang langsung dimasukkan ke dalam tempatnya akan timbul titik hitam padanya.

Cara mencuci jas hujan

  1. Pertama, Siapkan perlengkapan mencuci jas hujan, seperti ember, air, deterjen cair, spons, dan sikat gigi. Penggunaan deterjen cair jauh lebih aman dan bersih dibandingkan deterjen bubuk. Namun, jika deterjen cair tidak ada sama sekali, maka encerkan deterjen bubuk menggunakan air.
  2. Kedua, lakukan perendaman selama 15 menit. Masukkan deterjen secukupnya ke dalam ember, kemudian tuangkan air, setelah itu masukkan jas hujan ke dalam larutan deterjen tersebut. Diamkan selama 15 menit.
  3. Ketiga, gosok jas hujan dengan menggunakan spons. Dengan menggunakan spons, kotoran-kotoran yang menempel pada jas hujan akan lebih cepat lenyap. Lalu, gunakan sikat gigi untuk menggosok area yang tidak terjangkau spons, seperti kepala jas hujan, dll. Simaklah cara mencuci ala laundry . Namun, jangan aplikasikan cara menyetrika seperti laundry, ya.
  4. Keempat, bilas jas hujan hingga bersih. jangan sampai ada sabun yang tertinggal pada jas hujan. Jadi, siram hingga jas hujan terasa ‘keset’.
  5. Kelima, jemur jas hujan di bawah panas matahari. Dengan begitu, jas hujan akan cepat kering dan siap digunakan kembali.

Itulah tadi beberapa langkah untuk mencuci jas hujan. Selain jas hujan, kamu juga dapat menjumpai cara mencuci jaket parasut, cara mencuci jaket polyester , cara mencuci baju renang. Semoga bermanfaat

Sponsors Link

Posted by · Tags: cara mencuci